Mengerti arti Bacaan Sholat

Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa  itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda “sholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmu” ( Rukun Ihsan ).

Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.

 

 

Takbir

Takbiratul Ihram —-> ALLAAHU AKBAR

(Allah Maha Besar)

 

Iftitah

Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.

(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).

 

Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.

(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)

 

Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin.

(Sesungguhnya laguislam.com/islam/shalat”target=”_parent”rel=”external”title=”shalat” >shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).

Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.

(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)

 

Al Fatihah

 

Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali.

Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.

Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)

(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

 

Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin

(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam)

 

Arrahmaan, Arrahiim

(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

 

Maaliki, yaumiddiin

(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)

 

Iyyaaka, na’budu, wa iyyaaka, nasta’iin

(Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

 

Ihdina, asshiraathal, mustaqiim

(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

Shiraath, alladziina, an’am, ta ‘alayhim

(Jalan, yang, telah Engkau beri ni’mat, kepada mereka)

Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin.

(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)

 

Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Rasulullah bersabda “Apabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qur’an “.

 

Ruku’

Lalu ruku’, dimana ketika ruku’ ini beliau mengucapkan :

 

Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi, Wabihamdihi

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)

 

—-> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.

(Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)

 

Rasulullah sering sekali memperpanjang Ruku’, Diriwayatkan bahwa :

 

“Rasulullaah SAW, menjadikan ruku’nya, dan bangkitnya dari ruku’, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.”

(Hadits  Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

I’tidal

Pada saat ketika kita i’tidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari ruku’ beliau mengucapkan:

 

Sami’allaahu, li, man, hamida, hu “Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”.

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

 

“Apabila imam mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah”, maka ucapkanlah “rabbanaa lakal hamdu”, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

 

Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika I’tidal beliau mengucapkan “Sami’allaahu, li, man, hamidah” lalu ada diantara makmun mengucapkan “Rabbanaa lakal hamdu”, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya “Siapakah gerangan yang mengucap “Rabbanaa lakal hamdu”, ketika aku ber I’tidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban itu”.

 

Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan :

Rabbanaa, lakal, hamdu

(Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

 

Kesmpurnaan lafadzh diatas :

 

mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyi’ta, min shai in, ba’du (Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)

(Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu ‘Uwanah)

Sujud

 

Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do’a  sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW.

Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

 

Subhaana, rabbiyal, a’laa, wa, bihamdi, hi

(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

Duduk antara dua Sujud

Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah do’a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW  mengucapkan :

 

Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii

wahdinii, wa ‘aafinii, Wa’Fuanni

(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

 

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).

Duduk At-Tasyaahud Awal

  1. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu ‘Uwanah, Asy-Syafi’i, dan An-Nasa’i.

    Dari Ibnu ‘Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepada kami. Beliau mengucapkan :

    Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.

    Assalaamu ‘alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.

    Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahisshaalihiin.

    Asyhadu allaa ilaaha illallaah.

 

      Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.

(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, ‘abduhu, warasuuluh)

 

2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah.

Dari Ibn Mas’ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan  kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau – sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepadaku : —-> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.

(Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan).

Assalaamu ‘alayka *, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.

(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya).

Assalaamu ‘alaynaa, wa ‘alaa, ‘ibaadillaahisshaalihiiin.

(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh).

 

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.

(Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah).

Wa asyhadu, anna muhammadan, ‘abduhu, wa rasuluhu.

(Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).

 

 

 

Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :

Assalaamu ‘alannabiy

(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi).

 

 

Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat

Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari’atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.

 

Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.

 

Allaahumma, shalli ‘alaa  muhammad, wa ‘alaa, aali  muhammad.

(Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad)

 

Kamaa, shallayta, ‘alaa  ibrahiim, wa ‘alaa, aali  ibraahiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).

Wa ‘barikh alaa  muhammad, wa ‘alaa aali  muhammad.

(Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad)

 

Kamaa, baarakta, ‘ala  ibraahiim, wa ‘alaa, aali  ibraahiiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).

Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid.

(Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).

 

 

Salam

“Rasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :

 

Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),

sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah

(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.”

( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasa’i, dan Tirmidzi )

Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )

oleh: Adam Gunawan Souhoka  ( http://www.facebook.com/adam.gunawan )

 

Kebenaran mutlak datang hanya dari Allah azza wa jalla.

Oleh karena itu, al haq tidak diambil kecuali dengan petunjuk

kitab Allah :

azza wa jalla dan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan sepantasnya orang-orang yang sudah menerima al haq, hendaknya mereka menerima dan mengikutinya.

 

Allah azza wa jalla telah memuji orang-orang yang beriman karena mereka mengikuti al haq dalam firmannya (yang artinya):

 

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari

 

Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” [QS.a-Ra’d/13:19]

 

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang makna ayat ini,

“Maka tidaklah sama orang yang menyakini kebenaran yang engkau bawa – wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam – dengan orang yang buta,

yang tidak mengetahui dan memahami kebaikan.

Seandainya memahami, dia tidak mematuhinya, tidak mempercayainya dan tidak mengikutinya.”

 

[1] Namun, umumnya manusia tidak perduli terhadap kebenaran, tidak mau mencarinya dan tidak menelitinya.

Sehingga mereka berkubang di dalam kesesatan dengan sadar atau tanpa sadar. Allah azza wa jalla berfirman, yang artinya,

 

“Apakah mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain-Nya? Katakanlah, ‘Tunjukkanlah hujjahmu! (al Qur’an) ini adalah ;

peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku.”

Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.” [QS.al Anbaiya’/21:24]

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as Sa’di rahimahullah berkata, “Mereka tidak mengetahui kebenaran bukan karena kebenaran itu samar dan tidak jelas. Namun karena mereka berpaling darinya.

Jika mereka tidak berpaling dan mau memperhatikannya, niscaya kebenaran menjadi jelas bagi mereka dari kebatilan, dengan kejelasan yang nyata dan gamblang.”

 

[2] Oleh karena itu, jangan sekali-kali seorang Muslim menolak kebenaran. Siapapun pembawanya. Karena menolak kebenaran itu merupakan sifat kesombongan yang dibenci Allah azza wa jalla.

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang ada di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi. Seorang laki-laki bertanya, ‘Ada seseorang yang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan?) Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

 

“Sesungguhnya Allah Maha indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” [HR.Muslim no.2749, dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu]

 

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Adapun ‘menolak kebenaran’ yaitu menolaknya dan mengingkarinya dengan menganggap dirinya tinggi dan besar.”

 

[3] Imam Ibnul Atsir rahimahullah berkata tentang makna ‘menolak kebenaran’, yaitu menyatakan bathil terhadap perkara yang telah Allah azza wa jalla tetapkan sebagai kebenaran, seperti mentauhidkan-Ny dan beribadah kepada-Ny.

 

Ada yang mengatakan, maknanya adalah menzhalimi kebenaran. Dan ada yang mengatakan, makanya adalah merasa besar terhadap kebenaran, yaitu tidak menerimanya.”

 

[4] Seorang Muslim jangan menyerupai orang-orang Yahudi. Mereka mengetahui kebenaran, namun tidak mengikutinya, Allah azza wa jalla berfirman tentang orang-orang Yahudi Madinah yang enggan beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

 

“Dan setelah datang kepada mereka (orang-orang Yahudi) al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.” [QS.al Baqarah/2:89]

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Allah azza wa jalla menyifati orang-orang Yahudi bahwa mereka dahulu mengetahui kebenaran sebelum munculnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbicara dengan kebenaran dan mendakwahkannya. Namun, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepada mereka, beliau berbicara dengan kebenaran. Karena beliau bukan dari kelompok yang mereka sukai, maka mereka pun tidak tunduk kepada beliau, dan mereka tidak menerima kebenaran kecuali dari kelompok mereka. Padahal, mereka tidak mengikuti perkara yang diwajibkan oleh keyakinan mereka.”

 

[5] Inilah di antara sifat-sifat buruk orang-orang Yahudi. Mereka tidak mau menerima kebenaran kecuali dari kelompok mereka saja. Rupanya, sifat seperti ini menjalar di kalangan ahli bid’ah dulu dan sekarang, mereka tidak mau menerima kebenaran kecuali dari kelompoknya saja, atau buku-bukunya saja, atau guru-gurunya saja. Wallahul Mus’taan.

 

Sesungguhnya kebenaran itu tetap diterima walaupun datangnya dari orang kafir. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mencontohkan hal ini di dalam beberapa hadits beliau. Antara lain hadits berikut ini. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Dua nenek Yahudi Madinah masuk menemuiku, keduanya mengatakan sesuatu kepadaku,

 

“Sesungguhnya orang-orang yang berada di dalam kubur di siksa di dalam kubur mereka.” Aku mendustakan keduanya, aku tidak senang membenarkan keduanya. Lalu keduanya keluar. Nabi datang masuk menemuiku, maka aku berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dua nenek…”, aku menyebutkan kepada beliau. Beliau bersabda, “Keduanya benar.

Sesungguhnya mereka disiksa dengan siksaan yang didengar oleh binatang-binatang semuanya.” Kemudian tidaklah aku melihat beliau di dalam laguislam.com/islam/shalat”target=”_parent”rel=”external”title=”shalat” >shalat setelah itu, kecuali beliau berlindung dari siksa kubur.” [HR.Bukhari no.6366, Muslim no.586]

Lihatlah,

bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membenarkan dan menerima perkataan dua nenek Yahudi tentang adanya siksa kubur. Bahkan, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dari siksa di dalam shalatnya setelah itu.

 

Maka bandingkanlah dengan sebagian orang Islam di zaman ini, ketika telah disampaikan kepadaya tentang suatu permasalahan yang benar berdasarkan ayat al Qur’an, hadits yang shahih, dan penjelasan oara Ulama.

Mereka tidak menerimanya hanya karena orang yang menyampaikan berbeda mahzabnya, organisasinya, tempat mengajinya, kebiasaan masyarakatnya, atau semacamnya.

 

Di dalam suatu kejadian yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengingkari perkataan yang benar dari orang-orang Yahudi. Bahkan beliau meluruskan amalan umat dari sebab peringatan yang disampaikan oleh seorang Yahudi!

 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di bawah ini:

“Dari Qutailah, seorang wanita dari suku Juhainah, bahwa seorang laki-laki Yahudi mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Sesungguhnya kamu menjadikan tandingan (bagi Allah). Sesungguhnya kamu menyekutukan (Allah). Kamu mengatakan ‘Apa yang Allah kehendaki dan apa yang engkau kehendaki’. Kamu juga mengatakan ‘Demi Ka’bah’. Maka Nabi memerintahkan kaum Muslimin, jika menghendaki sumpah untuk mengatakan ‘Demi Rabb Ka’bah’. Dan agar mereka mengatakan ‘Apa yang Allah kehendaki kemudian apa yang engkau kehendaki’. [HR.Nasa’I no.3773, dishahihkan oleh al Albani)

 

Ketika menjelaskan faedah-faedah dari hadits ini, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Pertama: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengingkari orang Yahudi tersebut, padahal yang nampak dari niat orang Yahudi itu adalah mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat beliau. Karena yang dia katakan memang benar. Kedua: Disyari’atkan kembali menuju kebenaran walaupun yang mengingatkan hal itu adalah bukan pengikut kebenaran. Ketiga:

 

Sepantasnya ketika merubah sesuatu hendaknya merubahnya kepada sesuatu yang dekat dengannya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk mengatakan ‘Demi Rabb Ka’bah’, dan beliau tidak mengatakan ‘Bersumpahlah dengan nama Allah azza wa jalla’. Dan beliau memerintahkan mereka agar mengatakan ‘Apa yang Allah azza wa jalla kehendaki, kemudian apa yang engkau kehendaki.’”

 

Setelah penjelasan ini, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah menyampaikan suatu masalah dan jawabannya. Yaitu ketika ditanya, “Kenapa tidak ada yang mengingatkan (kesalahan) perbuatan ini kecuali seorang Yahudi?” Jawabannya adalah,

 

“Kemungkinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mendengarnya dan tidak mengetahuinya.” Jika ditanya lagi, “Allah Maha mengetahui, kenapa mendiamkan mereka?” maka dijawab, “Sesungguhnya itu adalah syirik asghar (kecil), bukan syirik akbar (besar). Hikmahnya adalah ujian bagi orang-orang Yahudi. Mereka mengkritik umat Islam atas kata tersebut, padahal mereka menyekutukan Allah azza wa jalla dengan syirik yang besar, namun mereka tidak melihat aib mereka.”

 

[6] Bahkan sesungguhnya menolak kebenaran itu merupakan sifat orang-orang kafir. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hafidzahullah berkata, “Sesungguhnya Allah azza wa jalla telah mengutus para Rasul kepada manusia dan memerintahkan mereka dengan dakwah untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla dan mentauhidkan-Nya. Namun mayoritas umat mendustakan para rasul. Mereka menolak al haq yang telah diserukan kepada mereka yatu tauhid. Maka akibatnya adalah kehancuran.”

 

[7] Syaikh juga mengatakan, “Oleh karena ini, wajib menerima al haq dari siapa saja, bahkan walaupun dari setan.”

 

8] Kemudian Aipultenang Syaikh

membawakan hadits shahih seperti di bawah ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewakilkan aku untuk menjaga zakat ramadhan. Kemudian ada seorang yang mendatangiku lali mengambil makanan dengan tangannya. Maka aku menangkapnya, dan kukatakan,

 

“Aku benar-benar akan membawamu kepada Rasulullah …Kemudian dia menyebutkan hadits itu…lalu pencuri itu berkata, “Jika engkau pergi ke tempat tidurmu bacalah ayat kursi, akan selalu ada seorang penjaga dari Allah atasmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai waktu subuh.” Kemudian Nabi bersabda,

“Dia (pencuri itu) telah berkata benar kepada (hai Abu Hurairah), namun dia itu sangat pendusta, dia adalah setan,”

 

[9] Kesimpulannya adalah sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hafizhahullah, “Berdasarkan ini, seorang Mukmin tidak boleh menolak kebenaran dan nasehat sehingga tidak menyerupai orang-orang kafir, dan sehingga tidak terjerumus di dalam kesombongan yang akan menghalangi pelakunya untuk memasuki surga. Hikmah adalah barang hilang seorang Mukmin, di mana saja dia menemuinya, dia mengambilnya.

oleh: Srikandi

 

dowload lagu rohani Islam gratis pada bulan Ramadan akan membuat suasana syahdu dengan alunan lagu rohani Islam. Di bulan ini, pada umumnya umat Islam mengganti musik yang mereka dengarkan dengan lagu-lagu bertema religi. Maka, hasrat untuk memiliki koleksi lagu religi Islam pun menjadi makin besar. Sayangnya, tidak semua orang mau membeli lagu religi yang mereka ingin. Kalaupun mau membeli, tak sedikit yang memilih membeli produk bajakan, dengan alasan harga yang jauh lebih murah.

Sebagian lagi, memilih menambah koleksi lagu-lagu religi terbaru secara gratis. Jika bisa dapat secara gratis, mengapa harus bayar? Pada umumnya, orang akan berpikir seperti ini. Apalagi jika yang digratiskan itu adalah sesuatu yang diinginkan dan menyenangkan. Jadilah, orang-orang ramai-ramai melakukan download lagu rohani Islam gratis.

Situs-situs internet penyedia fasilitas download lagu gratis memang tak terhitung jumlahnya. Para penggunanya dapat mendownload konten lagu dari sana tanpa harus mengeluarkan uang serupiah pun. Siapa sebenarnya penyedia konten musik yang dapat didownload secara gratis ini? Mengapa pula mereka sangat berbaik hati mau menyedikan konten yang dapat didownload gratis oleh siapa saja?

Free download Mp3 yang ada di internet biasanya disediakan oleh situs web atau blog yang pada umumnya mengkhususkan diri menyediakan konten gratis. Namun, memberikan konten gratis bukan berarti blog atau situs web tersebut tidak mendapatkan imbalan apa pun. Dengan banyaknya pengunjung ke blog atau situs web tersebut, maka akan banyaklah pemasang iklan yang berminat memasang iklan di sana. Dari sinilah pemilik blog atau situs web mendapatkan pemasukan.

Free download jelas kegiatan yang melanggar hukum. Mengunduh lagu-lagu dari internet secara gratis jelas merupakan satu bentuk tindak pelanggaran hak cipta. Sayangnya, untuk menghentikan aktivitas yang dilakukan jutaan orang ini memang tidak mudah, meskipun kampanye antipembajakan telah gencar dilakukan. Sosialisi akan beratnya sanksi hukum bagi para pelakunya juga mulai sudah dijalankan.

Maka, mulai dari diri sendiri adalah tindakan konkret yang dapat diperbuat untuk mengurangi download lagu, termasuk download lagu rohani Islam gratis. Dengan langkah ini, setiap orang dapat menjadi bagian aktif dari upaya pemberantasan tindak pembajakan dan pelanggaran hak cipta.

Jika ingin mengisi bulan Ramadan dengan mendengarkan lagu-lagu religi Islam, mengapa tidak membeli saja CD atau kasetnya. Bagaimana jika kondisi keuangan tidak memungkinan? Mendengarkan dari radio dapat menjadi alternatif yang masuk akal.

Jika kebiasaan mendownload konten gratis dari internet terus dilakukan, tanpa ada upaya dari diri sendiri untuk menghentikan, jangan-jangan ini akan membentuk mental kita sebagai orang yang suka mengambil jalan pintas untuk mencapai suatu tujuan. Menghalalkan segara cara demi meraih keinginan. Maka, sebelum kekhawatiran ini menjelma nyata, lebih baik kita hentikan melakukan download lagu rohani Islam gratis.

 

Download lagu religi Ketika kita mengidolakan seorang penyanyi, kita tentu ingin mereka dapat terus produktif berkarya. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk mendukung mereka tetap produktif menelurkan karya-karya terbaiknya. Salah satunya adalah menolak aksi pembajakan dan pelanggaran hak cipta. Katakan tidak pada download lagu gratis dari internet. Jika membeli CD, DVD, atau kaset original tidak menjadi pilihan kita karena harganya yang mahal, apalagi belum tentu seluruh lagu di dalam album tersebut kita sukai, maka mendownload secara legal dapat menjadi solusinya.

Salah satu situs penyedia fasilitas download legal adalah  melon.co.id. Sepintas nama situs ini terdengar unik, seperti nama buah. Namun, nama ini sesungguhnya merupakan kependekan dari Melodi Online. MelOn menyediakan lagu-lagu, baik lokal maupun mancanegara, yang dapat dibeli oleh para penggunanya.

Cara untuk mendaftar di situs ini sangat sederhana, yaitu masukkan alamat email dan password yang diinginkan, hanya itu. Setiap member baru, langsung mendapat layanan gratis untuk satu minggu. Layanan gratis akan diberikan untuk dua minggu jika member baru mau memberikan nomor telepon selulernya.

Ada lima paket download  dan  streaming (mendengarkan langsung melalui internet tanpa harus mendownload filenya) yang ditawarkan oleh MelOn. Paket paling murah adalah Paket Streaming. Hanya dengan membayar Rp10.000, pengguna bisa mendengarkan lagu apa saja dalam jumlah berapa pun secara streaming selama 30 hari.

Jika pengguna ingin mendownload lagu dalam format Mp3 dan menyimpannya di telepon seluler atau komputer selamanya, pilihannya adalah Paket Mp3 Download. Lagu-lagu yang sudah didownload bisa diputar di semua jenis alat, seperti telepon genggam, iPhone, BlackBerry, komputer atau laptop, Mp3 player, atau bahkan di-burn ke keping CD atau DVD. Hal ini karena lagu-lagu yang didownload formatnya adalah Mp3.

Untuk mendownload 10 lagu dalam format Mp3 dengan masa aktif tujuh hari, dikenakan biaya Rp14.000. Artinya, pengguna dapat mendownload maksimal 10 lagu dalam kurun waktu tujuh hari tersebut. Jika menginginkan yang masa aktifnya satu bulan, biaya yang harus dibayarkan adalah Rp85.000. Dengan uang sejumlah ini, pengguna dalam mendownload hingga 100 lagu. Jadi, harga per lagu hanya Rp850.

MelOn masih memiliki paket yang lebih murah, selain paket-paket standar, misalnya  bundling 5 lagu Mp3.  Pengguna tinggal memilih paket-paket yang berisi 5 lagu, lalu melakukan register, dan mendownload, tetapi member tidak dapat memilih lagu-lagunya. Namun, itu tidak masalah bukan jika lagu-lagu dalam paket itu adalah lagu-lagu kesukaan kita?

Dengan layanan murah dan legal semacam ini, apakah kita masih punya alasan untuk melakukan download lagu religi Islam, atau lagu-lagu jenis apa pun dari internet secara gratis, tetapi melanggar hukum?  Harusnya tidak.

 

kumpulan lagu islam pada bulan Ramadan merupakan suatu hal yang menyenangkan, segala produk yang bernuansa Islam pasti banyak diminati, mulai dari baju, kerudung, aksesori, makanan, buku, hingga lagu-lagu. Pada bulan inilah, penyanyi atau grup band dari berbagai aliran musik, ramai-ramai melempar album religi yang memuat kumpulan lagu Islam, baik album solo maupun album kompilasi.

Bak gayung bersambut, banyaknya produk kumpulan lagu Islam yang dikeluarkan, mendapat sambutan yang hangat pula di pasaran. Kumpulan lagu Islam yang syahdu dan memberikan perenungan, tampaknya tepat dipilih untuk membangun suasana yang tenang dan sejuk.

Yang menarik untuk ditelisik adalah kumpulan lagu Islam yang semarak di bulan Ramadan ini tidak selalu produk lagu baru. Lagu-lagu religi lawas yang didaur ulang pun tak kalah banyak. Tampaknya, fenomena tembang-tembang pop nostalgia yang masih banyak dicari, berlaku juga untuk lagu-lagu religi. Dan, daur ulang lagu religi ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh para penyanyi atau grup band pendatang baru. Bahkan, penyanyi dan band papan atas di negeri ini pun melakukannya.

Ada sejumlah alasan penyanyi atau grup band memutuskan untuk mendaur ulang lagu religi lawas, antara lain berikut ini.

  1. Ingin mempersembahkan kepada generasi muda sekarang lagu religi yang dinilai bagus, tetapi kemasannya disesuaikan dengan perkembangan zaman dan selera masyarakat kekinian.
  2. Mengulang sukses lagu-lagu yang di masa lalu terbukti menjadi hit dan digemari masyarakat.
  3. Seorang penyanyi atau sebuah grup band sangat menyukai sebuah lagu atau penyanyinya sehingga mereka terinspirasi untuk menyanyikan ulang lagu tersebut atau lagu dari sang penyanyi yang diidolakan.

Tidak ada yang salah dengan mendaur ulang sebuah lagu. Tidak jarang, lagu-lagu religi lama, bahkan terdengar lebih enak di telinga dalam versi barunya. Apalagi, lagu lawas yang didaur ulang terbukti banyak yang meraih sukses di pasaran. Berikut ini adalah kumpulan lagu Islam lawas yang didaur ulang, yang terbukti masih memiliki banyak peminat sehingga penjualan lagu-lagu ini pun meraih sukses yang luar biasa.

  1. Perdamaian, dinyanyikan ulang oleh Gigi
  2. Kota Santri, dinyanyikan ulang oleh Krisdayanti dan Gigi
  3. Akhirnya, dinyanyikan ulang oleh Gigi dan Yuni Shara
  4. Obat Hati, dinyanyikan ulang oleh Opick
  5. Lir-ilir, dinyanyikan ulang oleh Emha Ainun Najib
  6. Rindu Rasul, dinyanyikan ulang oleh Vidi Aldiano
  7. Ketika Tangan dan Kaki Bicara, dinyanyikan ulang oleh Gita Gutawa
  8. Dengan Menyebut Nama Allah, dinyanyikan ulang oleh Ita Purnamasari, Gigi, Warna, Marshanda, Heidy Yunus, dan lain-lain.
  9. Sajadah Panjang, dinyanyikan ulang oleh Gigi.
  10. Tuhan, dinyanyikan ulang oleh Gigi
  11. Keagungan Tuhan, dinyanyikan ulang oleh Gigi dan Vidi Aldiano

Lailatul Qadar, dinyanyikan ulang oleh Gigi

 

Download gratis lagu islam di bulan Ramadan yang  telah tiba dan Anda ingin mendengarkan lagu-lagu religi Islam agar hati terasa lebih sejuk dan khusyuk? Atau, Anda ingin melakukan perenungan menjelang tidur dengan ditemani alunan lembut lagu-lagu beruansa Islam? Jika demikian, berarti Anda membutuhkan banyak pilihan lagu-lagu religi untuk dapat didengarkan. Salah satu cara yang dapat Anda tempuh untuk tujuan ini adalah mendapatkan lagu-lagu religi Islam yang Anda butuhkan dengan melakukan download dari internet  secara gratis.

Dengan melakukan download gratis lagu Islam, koleksi lagu-lagu Anda akan terus bertambah dalam waktu yang cepat, dengan pilihan lagu yang tidak terbatas, sementara uang Anda tetap aman di dalam dompet atau tabungan. Menyenangkan sekali bukan? Apalagi, download gratis lagu Islam juga sangat mudah untuk dilakukan. Berikut ini adalah langkah-langkah mudah melakukan download gratis lagu Islam.

  1. Jika Anda telah mengetahui alamat situs-situs penyedia fasilitas download gratis lagu Islam, misalnya gudanglagu.com, www.ziddu.com, atau 4shared.com, Anda bisa langsung berkunjung ke situs tersebut dan melakukan pencarian lagu yang diinginkan.
  2. Jika Anda belum mengetahui alamat situs web yang menyediakan layanan download gratis lagu Islam, Anda dapat mencariya di mesin pencari, misalnya Google. Dengan memasukkan kata kunci, seperti “free Mp3 lagu islami, Google akan menampilkan banyak sekali situs penyedia fasilitas download gratis lagu Islam. Bahkan, hasil yang ditampilkan Google bisa mencapai ratusan situs.
  3. Pilih salah satu situs untuk dikunjungi.
  4. Masukkan kata kunci pada kolom pencarian. Kata kunci bisa berupa judul sebuah lagu atau penyanyinya.
  5. Pilih lagu yang ingin Anda download, lalu klik lagu itu.
  6. Klik tulisan “unduh sekarang”.
  7. Tunggu menit yang tertera di sana sampai mencapai “0”.
  8. Klik tulisan “unduh file sekarang”
  9. Klik save file, dan proses download lagu pun dimulai.

Mudah bukan? Jika Anda pengguna internet, pasti tidak akan menemukan kesulitan sama sekali ketika melakukan download gratis lagu Islam. Di samping mendapatkan lagu-lagu tanpa harus membayar, dengan melakukan download gratis lagu, Anda bisa menemukan akses  yang cepat dan mudah untuk mendapatkan lagu-lagu yang Anda cari. Karena mungkin saja lagu yang Anda ingikan itu merupakan lagu lawas sehingga untuk mencari CD atau kasetnya bisa saja cukup sulit. Dengan koneksi internet, segalanya memang bisa menjadi mudah.

Walaupun demikian, ada baiknya download gratis lagu Islam tidak Anda lakukan secara terus-menerus. Karena bagaimanapun, download gratis lagu Islam adalah sebuah tindakan yang dapat merugikan pihak-pihak lain, bahkan bisa membawa pelakunya berhadapan dengan hukum. Oleh karena itu, cobalah juga untuk memilki koleksi lagu-lagu religi Islam yang Anda inginkan dengan membeli kaset atau CD-nya.

 

Jenis lagu atau musik yang dapat didownload dari internet memang sangat beragam. Situs-situs penyedia fasilitas download lagu, menyediakan banyak sekali pilihan tembang yang dapat download. Di antara sekian banyak lagu yang dapat didownload tersebut, ada nasyid. Dengan demikian, download lagu islami jenis ini pun tidak sulit untuk dilakukan.

Nasyid adalah salah bentuk seni suara Islam. Lirik dalam nyanyian jenis nasyid mengandung pesan-pesan ajaran Islam, baik berupa nasihat, memuji keagungan Allah, kisah para nabi, semangat jihad, masalah kemanusiaan, ajakan menjalankan ajaran Islam secara benar, maupun tema-tema yang sejenisnya yang sarat perenungan. Pada umumnya, nasyid dinyanyikan secara akapela. Kalaupun diiringi alat musik, bisanya  hanya gendang.

Meskipun tanpa diiringi alat musik atau hanya diiringi alat musik gendang, bukan berarti nasyid kehilangan daya tarik. Di Indonesia, nasyid tetap memiliki banyak penggemar. Daya tarik nasyid, antara lain terletak pada lirik yang mengandung makna yang mendalam, juga suara penyanyinya yang biasanya benar-benar enak didengar. Pembagian suara satu, dua, tiga, dan seterusnya juga membuat nasyid mampu tampil memikat. Penggunaan suara sebagai pengganti alat musik adalah kelebihan lain yang membuat nasyid menjadi menarik.

Nasyid dipercaya sebagai bentuk kesenian dalam Islam yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad. Bukti yang mendukung kepercayaan ini, antara lain adalah syair Tholaal Badru Alaina‘ yang dahulu dinyanyikan kaum muslimin saat menyambut kedatangan Nabi Muhammad ketika pertama kali hijrah dari Mekah ke Medinah.

Nasyid masuk ke Indonesia pada tahun 80-an. Awalnya, nasyid dipelopori oleh aktivis-aktivis kajian Islam yang tumbuh di kampus-kampus. Pada mulanya, nasyid yang banyak dinyanyikan adalah syair-syair berbahasa Arab. Akan tetapi, nasyid terus mengalami perkembangan. Nasyid yang dulu banyak dinyanyikan dalam perhelatan pernikahan dan perayaan hari besar umat Islam, kini telah menjadi industri yang menjanjikan pula, di luar tujuan utama produksi lagu ini sebagai media dakwah.

Grup nasyid SNADA adalah contoh betapa di jalur ini, para penyanyi dan musisi juga dapat meraih sukses. Penjualan kaset dan CD album-album SNADA terbukti laris manis di pasaran. SNADA juga kerap kali meneria penghargaan dari berbagai pihak.

Jadi, jika Anda ingin menjadikan lagu-lagu religi Islam sebagai teman untuk melakoni berbagai aktivitas, tidak ada salahnya Anda melengkapi koleksi Anda dengan nasyid. Nasyid akan memperkaya khazanah musik religi Anda. Anda pun mendowload nasyid sebagaimana download lagu islam jenis lain secara gampang.

Ada banyak sekali situs penyedia layanan download nasyid gratis, antara lain downloadnasyid.blogspot.com, gudanglagu.com, islamimp3.blogspot.com, downloadnasyid5.blogspot.com, dadibhara.wordpress.com, angelfire.com, dan masbadar.com  Namun, tentu saja sebaiknya Anda melakukan download lagu islami ini secara legal, meskipun harus membayar.

 

Anda pencinta lagu-lagu religi Islam. Jika ya, Maher Zain bisa jadi adalah sosok yang tidak asing lagi bagi Anda. Bahkan mungkin, Anda mengidolakan penyanyi yang satu ini. Lagu-lagu religi dari penyayi kelahiran Lebanon yang kini tinggal di Swedia ini memang populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Insya Allah, Ya Nabi Salam Alayka, Thank You Allah, Sepanjang Hidup, dan For The Rest Of My Life adalah beberapa lagu Maher Zain yang sangat digemari masyarakat di Indonesia.

Jika Anda penggemar Maher Zain dan sangat menyukai lagu-lagunya, tetapi tidak puas hanya dengan mendengar suaranya, Anda pun dapat melihat aksi Maher Zain dalam video klipnya. Anda dapat menemukan video lagu-lagu Maher Zain atau lagu-lagu religi dari penyanyi lain di situs YouTube.com.

Bagi para pengguna internet, YouTube pasti bukan situs yang asing. Situs ini merupakan salah satu situs raksasa penyedia film, video olahraga, musik, perang, humor, alam, dan sebagainya. Di situs ini, kita dapat melihat secara gratis video yang jumlahnya mencapai jutaan. Video lagu-lagu religi, tentu saja juga dapat ditermukan di sini.

Untuk dapat melihat video YouTube lagu Islam pun sangat mudah. Tinggal buka situsnya, cari video yang ingin kita tonton, lalu klik ikon video yang sesuai dengan yang ingin kita tonton. Jangan lupa untuk menginstall Adobe Flash Player (software untuk menampilkan video) ke komputer Anda sebelum membuka situs YouTube dan melakukan pencarian video. Jika  Flash Player belum terisntall ke komputer, maka gambar dari video tidak akan keluar.

Youtube adalah situs penyedia film dan video yang kontennya tidak terbatas. Konten pornografi atau kekerasan pun dapat ditemukan di sini. Oleh karena itu, jika Anda menginginkan konten yang seluruhnya islami, Anda dapat mengunjungi TubeIslam.com atau IslamicTube.net. Kedua situs ini khusus menyediakan konten islami dan bebas pornografi serta antikekerasan. Anda dapat mencari video lagu atau film-film islami di kedua situs ini.

YouTube lagu Islam atau konten islami dari TubeIslam.com dan IslamicTube.net dapat memberi hiburan yang menyegarkan dan menenteramkan, menyempurnakan kesyahduan dari musik dan lirik lagu dari sebuah lagu religi. Tampaknya, YouTube lagu Islam juga dapat menjadi salah satu tips menghemat belanja hiburan. Untuk melihat berbagai macam video lagu religi Islam, kita tidak perlu membeli CD atau DVD, tapi cukup melihatnya secara online di YouTube lagu Islam.

Dapat memandangi dengan jelas sosok penyanyi religi yang diidolakan adalah hal lain yang membuat YouTube lagu Islam layak untuk diburu. Anda tertarik untuk melihat video dari penyanyi-penyanyi idola Anda? Tunggu apa lagi, kini saatnya Anda berkunjung ke YouTube lagu Islam.

 

Anda ingin menambah koleksi lagu-lagu religi tanpa mengeluarkan banyak uang?            Anda tak perlu khawatir jika ini yang Anda inginkan. Untuk menambah koleksi lagu-lagu islami, Anda tidak harus membeli CD atau kasetnya. Internet dapat memberi Anda lagu Islam gratis. Sekarang ini, banyak sekali situs yang menyediakan lagu-lagu religi, baik yang lama, baru, maupun daur ulang. Anda tinggal mengunduhnya secara gratis, lalu lagu-lagu Islam favorit pun jadi milik Anda.

Ada dua cara yang dapat Anda tempuh untuk dapat mengunduh lagu Islam gratis dari internet, yaitu Anda dapat mencarinya langsung pada situs yang sudah Anda ketahui atau  Anda mencarinya melalui mesin pencari.

Jika Anda memutuskan untuk mencari lagu Islam gratis dari situs yang sudah Anda ketahui, yang harus Anda lakukan hanyalah mengetik judul atau penyanyinya. Jika lagu yang Anda inginkan telah muncul, tugas Anda selanjutnya tinggal mengunduhnya. Dan, koleksi lagu Anda pun bertambah. Mudah, bukan?

Untuk mendapatkan lagu Islam gratis dari internet, Anda juga dapat mencarinya melalui mesin pencari, Google misalnya. Langkah pertama yang harus Anda tempuh tentu saja membuka situs Google. Kemudian, Anda menuliskan lagu atau penyanyi yang Anda cari. Selanjutnya, Google pasti akan menampilkan banyak sekali situs yang dapat Anda pilih. Anda tinggal memilih salah satunya. Jika telah menemukan lagu yang Anda inginkan, pastikan bawah situs tersebut menyediakan lagu yang dapat diunduh secara gratis. Ada situs-situs yang mengharuskan siapa pun untuk membayar sebelum dapat mengunduh kontennya. Jika kepastian bahwa situs tersebut mempersilakan Anda mengunduh lagu secara gratis telah didapat, Anda pun tinggal mengunduhnya.

Bagaimana jika Anda lupa judul lagu yang Anda cari? Tentu saja Anda masih dapat menemukan lagu tersebut tanpa harus menuliskan judulnya di mesin pencari. Cukup Anda ketik penggalan syair yang Anda ingat. Misalnya, Anda lupa judul lagu Ketika Tangan dan Kaki Bicara, tetapi ingat bahwa syairnya berbunyi, “akan datang hari mulut dikunci”. Anda dapat menuliskan penggalan syair ini, dan Google tetap dapat memberikan Anda banyak sekali situs yang menyediakan lagu ini. Anda tinggal memilih salah satunya, lalu mengunduh lagu dari sana.

Mendengarkan lagu sebelum mengunduhnya juga merupakan langkah yang baik. Hal ini untuk memastikan bahwa lagu yang Anda pilih tidak terpotong atau dalam versi yang tidak Anda inginkan, misalnya versi akustik atau live concert. Beberapa situs menyediakan lagu-lagu dalam versi seperti ini.

Jangan lupa untuk selalu melakukan update software virus di komputer Anda. Ini  merupakan langkah antisipasi agar komputer Anda tidak terkena virus. Terlalu sering mengunduh lagu dari internet berpotensi membuat komputer Anda terkena virus.

 

Alam raya bertasbih memuji keagungan

Rumput-rumput ilalang daun pohon dan ikan

Bersujudlah segala di hadapan Sang Raja

Berharap memohon karunia-Nya

 

Allah Yang Maha Besar, Allah Maha Dermawan

Allah Yang menciptakan, Allah tiada bandingan

Allah Allah Allah, Dia Maha Pemurah

Dia Allah Maha Penyayang

 

Allah Allah Allah Allah bertasbihlah alam raya

Allah Allah Allah Allah memuji dan memujanya

 

Matahari rembulan bintang langit lautan

Berserah berpasrah kepada-Nya

Dia-lah Sang Pencipta di tangan-Nya kuasa

Hitamnya putihnya manusia

 

Allah yang Maha Besar, Allah Maha Dermawan

Allah yang Menciptakan, Allah tiada bandingan

Allah Allah Allah, Dia Maha Pemurah

Dia Allah Maha Penyayang

 

Allah Allah Allah Allah bertasbihlah alam raya

Allah Allah Allah memuji dan memujanya

 

Subhanallah Subhanallah Subhanallah Subhanallah

Subhanallah Subhanallah Subhanallah Subhanallah

Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah

 

Alam raya bertasbih memuji keagungan

Rumput-rumput ilalang daun pohon dan ikan

Matahari rembulan bintang langit lautan

Berserah berpasrah kepada-Nya

 

Allah Allah Allah Allah bertasbihlah alam raya

Allah Allah Allah Allah memuji dan memujanya

Allah Allah Allah Allah bersujudlah wajah-wajah

Allah Allah Allah Allah berharapkan karunianya

 

Allah Allah Allah Allah bertasbihlah alam raya

Allah Allah Allah Allah memuji dan memujanya

 

Baris-baris kalimat indah yang memuji keagungan Allah ini adalah lirik dari lagu Islam terbaru dari penyanyi Opick. Rumput Bertasbih, itulah judul lagu ini. Rumput Bertasbih merupakan salah satu lagu yang terdapat dalam album terbaru Opick yang bertajuk The Best of Opick. Terdapat 14 lagu dalam album yang di rilis pada bulan Ramadan 2011 ini, 11 lagu merupakan lagu-lagu terbaik Opick yang pernah hit pada tahun 2005 hingga 2010 lalu, dan 3 lagu lainnya merupakan lagu baru. Salah satunya di antara tiga lagu baru tersebut adalah  Rumput Bertasbih.

Opick, yang memiliki nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus menuturkan bahwa ia mendapat inspirasi dari lagu Islam terbaru ciptaannya ini ketika berada di Mekah. Kala itu, Opick tengah menunaikan ibadah haji dan inspirasi lagu itu datang begitu saja. Lagu Rumput Bertasbih sendiri menyampaikan pesan bagaimana seluruh isi alam raya ini senantiasa bertasbih memuji keagungan Ilahi.

Setiap kali menunaikan rukun Islam yang kelima ini, Opick biasanya memang menemukan nyanyian di dalam hati. Lalu, nyayian dalam hati itu diolahnya ketika sampai di rumah.

Dalam album terbarunya ini, Opick menggandeng maestro violis Indonesia, Idris Sardi. Kesyahduan dan kesejukan yang biasa dihadirkan Opick dalam lagu-lagunya pun terasa makin kental dengan permainan biola Idris Sardi.

Penyanyi yang konsisten menjalani karier di jalur lagu religi Islam ini, terlibat total dalam penggarapan album terbarunya ini, sebagaimana yang selalu ia lakukan pada keenam album sebelumnya. Ia terlibat mulai dari penulisan lirik, pembuatan album, hingga pembuatan video klip. Opick berharap album terbarunya dapat membawa berkah.

© 2012 Lagu islam Suffusion theme by Sayontan Sinha